Setelah bergerak diantara lepit-lepit waktu, ternyata hanya masa lalu yang tertinggal. Masa lalu yang sudah pasti tak akan kembali lagi. Kadang juga berpikir bahwa sudah banyak waktu berlalu tanpa menyisakan sesuatu. Lantas, bagaimana menjadikan setiap sesuatu tetap adanya? Hanya dituliskan, kawan. Dengan tulisan-tulisan masa lalu, kita akan mudah meraih lagi masa lalu dengan membacanya di masa kini. Seperti juga kita yang tak pernah tau tentang masa depan. Apakah usia akan menjangkau segala mimpi! Maka dengan menuliskan masa akan datang pada masa kini usia kita seakan hidup sepanjang tulisan-tulisan kita. Seperti halnya Chairil Anwar yang lantang menulis "Aku ingin hidup seribu tahun lagi" dan sajak-sajaknya yang berisi masa akan datang melebihi usianya, sudah pasti ia meninggalkan dunia dengan hati puas, karena masa yang tak pernah dicapainya sudah ia rasakan. Bukankan inti kehidupan adalah rasa. | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
![]() Aku baca puisi.avi
Catatan dari launcing IndrumNesia“Dug, tratak.. Drug trak.. dug, dug, dug, trak.. dung, dung jezzz..” Gebukan drummer Inned Christopher membuat saya serasa pindah dari satu ruangan ke ruang lain, karena sebelumnya tampilan dari Instrumen tradisional sanggar seni Gunung Ukir... more
| ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||





